![]() |
Majalah Siswa & Warga MAN Yogyakarta III | |||||||
| Edisi 12 | Mei 2003 | home | daftar isi | terkini | arsip | |||||||
|
Pilihan yang Semestinya Kita Pilih Oleh : Elina R (1B) Beberapa uraian ini mungkin terlihat sederhana tetapi pilihan kita yang berbeda diatasnya adalah pilihan baik-buruk kehidupan kita, pilihan hitam-putih garis kehidupan kita atau bahkan mungkin pilihan hidup-mati kita. Kurang lebih ada 3 pilihan antara lain : Yang pertama : Memilih Teman Kita dapat mengartikan teman dalam pengertian seluas-luasnya, tapi kita harus ingat, teman yang baik mengerti ketika kita berkata “Aku lupa”, tetap tinggal meskipun kita berkata “Tinggalkan aku sendiri” dan membukakan pintu sebelum kita mengetuk. Teman yang baik bukanlah teman yang selalu membenarkan ucapan kita, tetapi memberikan solusi yang terbaik bagi kita di dunia dan di akhirat. Dalam bahasa Rasulullah SAW, “Seseorang itu tergantung pada bagaimana agama temannya”. Dalam Alquran pun Allah menegaskan, “Sesungguhnya pada hari kiamat nanti teman yang satu dengan teman yang lain akan saling bermusuhan kecuali orang-orang yang bertaqwa” Penjelasan diatas sangat mudah dan sederhana tetapi cukup prinsipil. Kita bebas memilih teman hidup tetapi kita dituntut untuk dapat mempertanggungjawabkan atas pilihan kita. Yang kedua : Memilih Informasi Informasi tidak sekedar penjabaran, melainkan suatu mesin raksasa yang dapat melahirkan tata nilai, norma bahkan ideologi. Allah berfirman dalam Surat Al-hujurat ayat 6 yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jika datang orang fasik membawa berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu". Maka perhatikanlah nasehat Allah tersebut di atas bahwa seorang mukmin harus waspada terhadap orang-orang bejat yang membawa informasi atau menjadi informasi. Yang ketiga : Memilih Profesi Pekerjaan Bila dilihat dari segi rizqi, profesi dapat diartikan pilihan untuk memakan yang halal dan yang haram. Dalam surat At-taubah ayat 95, Allah berfirman yang artinya : “ Dan bekerjalah kamu niscaya Allah, Rasul, dan orang-orang mukmin akan melihat amalmu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah lalu akan dijelaskan tentang apa-apa yang telah kalian lakukan itu”. Banyak yang harus kita pilih dalam hidup ini tidak hanya soal teman, informasi atau profesi tetapi setiap langkah yang kita ayunkan adalah suatu keputusan atas sebuah pilihan. Seorang mukmin semestinya mengerti apa dan mengapa ia memilih jalan hidupnya. Dan ia pun harus mengerti bagaimana harus mempertanggung jawabkan atas pilihannya itu. Maka berbahagialah bagi orang-orang yang berusaha konsisten dalam memilih jalan hidupnya, selaras dengan kebenaran, jauh dari kemurkaan allah SWT. Untuk sahabatku Yuyun
|