Majalah Siswa & Warga MAN Yogyakarta III  
  Edisi 12 | Mei 2003      home | daftar isi | terkini | arsip  
         
   

Harry Moekti *

"Gunakan Kesempatan Mudamu untuk Menuntut Ilmu"

Ahad siang (4/05) tim Kreatif mendatangi talk show yang diadakan di JEI STAIN Surakarta di Jogjakarta. Kru Kreatif bertemu dengan “Bang” Harry Moekti dan berbincang-bincang mengenai pengalaman hidupnya dan problematika remaja yang juga menjadi tema besar dalam talk show JEI “Masa Depanku Indah Namun Kelabu.” Berikut ini hasil wawancara singkat kami dengan Bang Harry:

Kreatif (K): Pertama kami ingin mengetahui liku-liku kehidupan Kang Harry sejak menjadi artis hingga sekarang .

Harry M (H): Saya lahir di Cimahi, 25 Maret 1957. Saya anak ke 7 dari 9 bersaudara. Ayah saya seorang militer, jadi cara mendidiknya sangat keras. Lulus SMU saya latihan menyanyi di Semarang dan sejak tahun 1976 menjadi vocalis grup “Darodok”. Saya pernah menjadi penyanyi terbaik se Asia-Pasifik. Saya mengira jadi artis itu enak, tapi semua itu salah! Memang menjadi artis menjanjikan materi yang memuaskan, tetapi kita tidak merasa tenang. Akhirnya lewat pencerahan seorang pemuda, saya tidak melihat dia itu masih muda atau tua, yang saya lihat adalah pencerahannya yang menyejukkan jiwa. Berkat tersebut, akhirnya telah setahun ini saya meninggalkan dunia artis.

Kreatif (K): Mengapa Kang Harry memberikan tema “ Masa Remajaku Indah Namun Kelabu”?

Harry M: Karena masa remaja seringkali gelap dan suram bukannya cuma kelabu! Gelap maksudnya karena para remaja cenderung menggunakan waktunya hanya untuk berfoya-foya dan mengerjakan sesuatu yang kurang atau bahkan tidak bermanfaat sama sekali. Masa remaja bisa dikatakan indah bila kita menggunakan waktu untuk hal-hal yang positif, misal mendalami agama (mengaji).

Kreatif: Bagaimana cara mendidik remaja dengan baik?

Harry M: Tanpa kekerasan! Awalnya kita jelaskan pada mereka apa itu ibadah baru yang lain-lain sesuai dengan pemahaman kita tentang Islam. Tapi ingat, semua disampaikan tanpa kekerasan!
Saya benci dengan orang yang berdakwah dengan kekerasan, memaksakan kehendak pada orang lain, atau dengan ancaman. Saya akan cari orang itu dan mengatakan “oh….kamu benar, tapi itu saja tak cukup membuat orang berubah menjadi baik!”
Pengalaman saya berhadapan dengan Beni.Kebetulan dia juga pakai jubah sama dengan saya. Saya benci sama dia, dia berdakwah dengan kekerasan tetapi tidak membuahkan hasil, dan akhirnya saya lebih lama berdakwah dan memakai jubah. Pernah dia menyindir, “ Tak perlulah berjubah seperti itu.” Aku hanya menjawab, “Beda lho sama Harry Moekti, Harry bener, elo masih maksiat!

Kreatif: Masa remaja yang indah itu kan konotasinya tentang pacaran. Banyak remaja mengidentikkan seperti itu. Nah, bagaimana menurut Kang Harry?

Harry M: Eeeeeenak aja pacaran! Yang namanya pacaran itu haram, yang namanya nggak boleh itu tetep nggak boleh. Sudut pandangnya dong?! Menurut akidah kapitalisme, yang memuja liberalitas atau kebebasan, ternyata mereka sendiri tidak merasakan bahwa pacaran itu indah! Buktinya mereka mengganti slogan itu dengan “selingkuh itu “indah”. Ternyata yang selingkuh itu juga tidak merasakan keindahan, mereka seolah tidak pernah puas. Jadi apanya yang indah?
Saya justru merasakan keindahan itu ketika ditanya oleh ustadz dan saya tidak bisa berbahasa arab. Saya menyesal kenapa waktu muda nggak belajar bahasa arab. Apalagi ketika ditanya apa dalilnya? Astaghfirullah kenapa waktu muda nggak ngapalin ayat?
Indahnya masa remaja adalah menuntut ilmu yang diridhoi Allah SWT sebanyak-banyaknya. Pada saat dibutuhkan, kita tinggal ngeluarin hafalan kita! Kayak komputer tinggal mencet file!
Jadi saya beda sekali dengan artis yang lain, mereka tidak bisa menyatukan agama dengan seni, karena memang beda. Keluarga juga gitu. Tanya dulu Harry Moekti, tanya dulu si aa', tanya dulu si adik, apa pendapat mereka? Ketika saya buka file, mengaji, dan ketika saya sampaikan kebenaran dan kita pakai, wow… Indahnya luar biasa! Ya Allah ucapanku yang berguna ini adalah atas bimbinganMu. Coba waktu muda saya pakai untuk mengaji. Subhanallah!

Kreatif: Apakah Kang Harry nggak' menyesal meninggalkan dunia artis?

Harry M: Mengapa mesti menyesal, saya malah bangga karena bisa menemukan ketenangan hati dan jiwa. Memang dengan jadi artis semua materi tercapai, uang banyak tapi apakah kita merasa tenang? Nggak mungkin, materi itu kan kepentingan dunia sedangkan untuk akhirat apa yang kita dapatkan?

Kreatif: Terus tanggapan temen-temen Kang Harry sendiri gimana?

Harry M: Pertama sich mereka benci, kedua segan. Saya pernah ketemu sama Dorce di airport, biasanya kalau saya bertemu dia selalu bla…bla…bla…, tetapi sekarang diam, segan! Saya pernah dengar Dorce itu laki-laki artinya dia tidak “mens” padahal hidup ini laki-laki-perempuan, hitam-putih, syurga neraka tak ada itu istilah 'abu-abu' (ha…ha…ha…). Jadi Dorce itu laki-laki kenapa seperti wanita? Itu ujian sebagaimana anda diuji ganteng, cantik. Apakah dengan kegantengan dan kecantikan itu akan menjadi playboy, menjadi fotomodel, atau binatang film. Itu sebuah ujian. Hidup ini diuji!

Kreatif: Menurut Kang Harry belajar sambil dengar musik boleh nggak?

Harry M: Mendengarkan musik itu mubah,halal. Bermain musik itu juga halal. “Al-Wasila ilal harami haram”. Karena dengar musik kemudian dapat meninggalkan kewajiban, itu yang haram. Dengar kaset, radio, atau tv, kemudian gara-gara itu berbuat haram, itu yang dilarang! Tapi belajar sambil mendengarkan musik itu tidak apa-apa. Tapi kalau dengernya di diskotik, diskotiknya saja sudah haram. Ke diskotik hingga mabuk pun sama saja itu haram.

Kreatif: Bagaimana supaya masa depan remaja tidak kelabu?

Harry M: Pada awalnya adalah pembinaan pada remaja dengan penekanan pada motivasi. Motivasi itu ada tiga, yaitu materi, moral, dan rukhiyah. Materi dan moral itu mudah luntur, sedangkan rukhiyah merupakan aktivitas yang selalu mengharap ridho Allah dan inilah motivasi yang paling kuat. Hidup ini harus sabar, baik dalam menerima musibah, syariat, dan dalam keadaan lapang atau sempit.

Kreatif : Terakhir kali, apa pesan Kang Harry untuk anak-anak remaja khususnya remaja muslim?

Harry M : ”Orang yang paling mulia adalah orang paling taqwa disisi Allah” (dalil). Taqwa tersebut diaplikasikan dengan cara mengaji, karena mengaji merupakan modal dari sikap taqwa. Mulailah sekarang juga, jangan tunggu hari esok.

* Harry Moekti adalah seorang mantan artis yang kemudian lebih memilih menjadi da'i setelah “pencerahan” (hidayah) yang diterimanya. Ingin kenal lebih lanjut bisa menghubungi Harry Moekti 08128102190 / 0817432616.